✨✌ Berita Seputar NKRI Mengulas Semua Berita Dengan Lugas, Akurat dan Terupdate��✨

[VIDEO] Jangan Pernah Beri Kekuasaan Kepada Penculik , Bisa Kelar Hidup Loe!



Berita Seputar Nkri - Apakah Anda berharap teroris pembom gereja di Surabaya - andai dia hidup - mungkin bertobat? Tidak mungkin. Karena dia bukan lagi manusia berakal sehat melainkan binatang berbentuk manusia. Kalau dia punya akal sehat, maka dia akan mampu menahan diri. Kalau binatang, sekali dia anggap sesuatu itu musuh atau ancaman, maka selamanya akan tetap ancaman. Dan, ancaman harus dimusnahkan.

Hanya mukjizat dari Allah saja yang masih mungkin mengubah seorang teroris menjadi manusia biasa, yang memiliki akal sehat. Tentu kita selalu mengharapkan mukjizat itu hadir di tengah-tengah kita. Hanya saja kita tidak tahu kapan Allah akan menganugerahkannya.

Persis. Seseorang yang memerintahkan penculikan dan sebagian dari padanya dilepaskan dan sebagian lagi hilang lenyap tak berbekas sampai saat ini, tidak lain tidak bukan adalah binatang bertubuh manusia. Bahkan mungkin lebih keji dari binatang. Binatang sudah dari sananya binatang. Kalau penculik, dia membinatangkan dirinya sendiri.


Kan penculik masih bisa hidup bersama dengan orang lain? Anjing dan kucing pun akan berdamai kalau tidak saling mengancam eksistensi sesama binatang. Coba kasih anjing dan kucing dalam satu kandang. Jangan kasih makan tiga hari. Maka hari berikutnya akan saling memakan. Itu hukum alam.

Penculik pun akan berlaku seperti itu. Dia akan bisa hidup bersama kawanannya atau orang lain - yang bukan kawanan - selama tidak mengganggu eksistensinya. Itulah makanya dia tidak menculik semua di luar kawanan, melainkan hanya yang tampaknya mengancam eksistensinya saja. Wong teroris hidup di tengah masyarakat kog. Mereka bisa hidup laiknya orang lain, ramah terhadap sesama dan yang berbeda. Tetapi sejauh tidak mengancam keberadaannya.

Trus kenapa kalau diberi kuasa kepada penculik? Ketika penculik berkuasa, kemungkinan terancamnya akan semakin meningkat. Ketakutan akan kehilangan kuasanya akan semakin parah. Kalau belum berkuasa dia masih bisa menyesuaikan dengan kemampuan bertahannya - belum punya kekuatan mumpuni - maka ketika dia nanti berkuasa dan punya power akan cenderung memanfaatkan kekuasaannya untuk membersihkan ancaman.


Bagaimana mungkin seekor kucing menggertak seekor harimau, ya habis dicabik-cabik. Demikian juga yang terjadi pada masa Orde Baru, rakyat tidak mau bersuara. Jadi bukan karena rakyat merasa semuanya sudah sempurna, melainkan mereka tidak mau memosisikan diri sebagai ancaman. Mereka tidak mau dicabik-cabik penguasa. Apalagi banyak rumor orang-orang pengkritik penguasa bisa hilang tiba-tiba tidak jelas jejaknya. Belum lagi kalau dituduh PKI, kelar hidup lo.

Maka ketika penculik kamu beri kuasa, siap-siaplah hidupmu dibungkam ketakutanmu sendiri kalau tidak mau hilang tidak jelas juntrungnya ke mana. Sebab banyak cara untuk membungkam musuh. Bisa saja kami nanti di-PKI-kan. Bisa juga dituduh penista agama. Bisa jadi dijadikan gerbong narkoba. Atau dihilangkan dari peradaban.



Prabowo, misalnya, pernah menjadi dalang penculikan aktivis 98. Dia sudah diputuskan DKP terbukti melakukan tindak pidana penculikan. Dia bisa menjadi dalang karena dia berkuasa atas anak buahnya, Satgas Mawar dan Satgas Melati. Coba kalau dia kelas pratu, ya mana bisa mendalangi penculikan.

Jangankan ketika dia punya kuasa sebagai letjen. Bahkan ketika dia sudah diberhentikan dari dinas militer saja, tidak ada yang berani mengusut kejahatannya. Bahkan sampai sekarang, Komnas HAM pun tidak kuasa memaksanya bersaksi di pengadilan. Kenapa? Pasti karena dia masih punya kekuatan, bisa kekayaan, bisa jadi kaki tangan. Kita tidak tahu. Semoga saja karena Komnas HAM-nya terlalu sibuk.


Bagaimana nanti kalau Prabowo berkuasa karena sekarang jadi capres? Tidak tertutup kemungkinan dia akan melakukan hal yang sama, menjadi dalang penculikan.

Kenapa tidak tertutup kemungkinan, bukan pasti melakukan penculikan terhadap orang-orang kritis? Ya karena tadi itu, kita selalu berharap bahwa mukjizat Allah terjadi di negeri ini sehingga penculik, koruptor, pembunuh, teroris, dan penjahat lainnya bertobat. Hanya saja hanya diri mereka sendiri dan Allah sajalah yang tahu betul apakah mereka sudah mendapat mukjizat atau tidak. Kita hanya perlu berharap dan tentu tetap waspada.

Kalau yakin mukjizat itu sudah terjadi, yah silakan dukung penculik meraih kekuasaan. Tetapi kalau tidak yakin, berilah kekuasaan itu kepada dia yang bukan penculik.

Sumber: Seword
Share on Google Plus

About beritaseputarnkri

You Never Know How Strong You Are Until Being Strong Is The Only Choice You Have "ONLY GOD CAN JUDGE ME".
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment