Ada tiga orang anggota kepolisian dan tiga dari massa Pro Jokowi yang terluka akibat mengondisikan kericuhan yang terjadi di Medan, Sumatra Utara, Kamis, 20 September 2018.
Brigadir Prasetyo yang juga Kepala Biro Penerangan Divisi Humas Polri Brigadir Jendral Dedi Prasetyo mengatakan polisi dan massa yang terluka disebabkan dari lemparan batu Mahassiwa.
" Sementara ini data personel Polri yang terluka karena lemparan batu ada empat orang, dan massa dari elemen Komunitas Masyarakat Cinta NKRI sebanyak tiga orang, Terang Dedi , Jum`at 21 September 2018.
Kejadian ini bermula dari sekitar 200 mahasiswa yang berasal dari aliansi Pergerakan Mahasiswa Bersatu se-Kota Medan melakukan unjuk rasa sekita pukul 11:58.
Sasaran mereka adalah kantor DPRD Sumatera Utara di Jalan Imam Bonjol, Medan.
Dan menurut Dedi Prasetyo Aliansi Pergerakan Mahasiswa BErsatu se-kota Medan tersebut terdiri dari
- Universitas Sumatera Utara ( USU )
- Universitas Islam Sumatera Utara ( UISU )
- Universitas Muhammdiyah Sumatera Utara ( UMSU )
- Universitas Panca Budi Medan
- Universitas Islam Negeri Sumatera Utara ( UINSU )
- Institut Kesehatan Helvetia
- Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia ( KAMMI )Medan
- Universitas Medan Area ( UMA ), dan
- Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI ) cabang Medan
Dedi juga mengabarkan bahwa aksi di depan pintu kantor DPRD tersebut dilakukan dengan membentangkan poster Kekecewaan terhadap kinerja Presiden Jokowi yang menginginkan Pencopotan Menteri Perdagangan.
Kami juga melihat begitu minimnya peliputan yang dilakukan media televisi terhadap aksi yang diselenggarakan pihaknya.
Sumber : CNNIndonesia
Unjuk rasa mahasiswa itu sempat diterima oleh perwakilan anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi PKS, Zulfikar, tepatnya pukul 13.46 WIB.
Tetapi, semenit kemudiua aksi lempar melempar batu antar kubu pendukung Jokowi dan mahasiwa terjadi.
Dedi berkata, pihaknya juga mengamankan dua orang mahasiswa yang melakukan perusakan mobil dinas kepolisian Polrestabes Medan.
Juga ada sekelompok mahasiswa yang disebut sampai harus berlindung di markas Kodim demi berlindung dari tindakan represif aparat kepolisian.

0 comments:
Post a Comment