BeritaSeputarNKRI - Sampah... adalah satu dari sederetan masalah yang oleh Presiden Jokowi begitu disoroti pada pidatonya di pertemuan tahunan IMF kemaren. Dengan menggunakan istilah "Winter is Coming", Jokowi menggiring para pemimpin dunia untuk mulai melirik masalah global yang selama ini tidak mendapat perhatian mereka tetapi memiliki dampak yang sangat berbahaya. Presiden Jokowi menyebutkan pada pidatonya tersebut contoh masalah global "Winter is Coming" itu misalnya perubahan iklim global dan SAMPAH plastik yang sangat sulit diuraikan.
Sampah... di Indonesia memang menjadi momok yang harus segera dipikirkan,dibicarakan dan diprogramkan cara penanggulangannya. Banyak orang mengubah kata sampah ini menjadi limbah, bukan sampah lagi. Bedanya limbah dan sampah adalah: limbah itu bisa didaur ulang, sementara sampah itu tidak bisa didaur ulang dan memang harus dibuang. Tetapi, untuk merubah sampah menjadi limbah pun, bukan masalah yang sederhana. Hanya untuk merubah ISTILAH sampah menjadi limbah, memerlukan biaya yang sangat besar sekali dengan proses yang lama, karena ini adalah LANGKAH MERUBAH MINDSET masyarakat Indonesia yang masih tidak peduli tentang bahaya sampah !!
Perlu SPIRIT ISTIQOMAH dari semua pihak kalau mau merubah budaya masyarakat tentang sampah !!!
Langkah pertama untuk dapat mengubah sampah menjadi limbah adalah MENGEDUKASI masyarakat untuk dapat memahami apa itu limbah dan apa itu sampah, mana yang disebut limbah dan mana yang disebut sampah. Jika masyarakat sudah memahaminya, mereka kemudian diminta untuk MEMISAHKAN antara sampah dan limbah. Lalu setelah itu, pemerintah daerah atau pemerintah setempat harus MENYEDIAKAN TEMPAT PEMBUANGAN terpisah antara limbah dan sampah. Limbah sendiri terbagi dalam beberapa kelompok, misalnya kertas, botol, kain, dan besi. Artinya, di setiap sudut harus disedianya minimal 5 macam tempat sampah. Setelah sampah terpisah, pemerintah harus menyediakan REGU PENGANGKUT sampah yang berbeda, minimal 2 regu, yaitu pengangkut sampah dan pengangkut limbah.
Limbah dilarikan kemana??? Sampah dilarikan kemana??? dan seterusnya....
Dan jika hal yang saya uraikan diatas dilakukan berskala nasional, bisa terbayang berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan oleh pemerintah. Dan berapa waktu yang diperlukan untuk mencapai kata "berhasil" merubah mindset masyarakat tentang budaya membuang sampah dan bahayanya sampah !!
Yaaah.... untuk sampah saja, sepertinya harus utang lagi utang lagi...
Jakarta, sebagai kota terbesar, termodern, terkaya dari sisi jumlah APBD, di seluruh Indonesia, harusnya BISA menjadi contoh atau pilot project dalam hal penganggulangan sampah, bagi kota-kota lain di seluruh Indonesia.
Di jaman Ahok dulu, sampah dan limbah di Jakarta, benar-benar menjadi program prioritas Ahok. Direkrutnya 15,000 pasukan oranye adalah langkah awal yang dilakukan Ahok untuk membersihkan Jakarta. Ahok paham betul bahwa masyarakat tidak akan serta merta mau berupaya untuk merubah kebiasaan mereka untuk membuang sampah atau membersihkan lingkungan secara paripurna. 15.000 pasukan oranye, selain menyediakan lowongan kerja dengan upah yang sangat lumayan, cukup terbukti mampu membersihkan Jakarta dari masalah sampah.
Ahok bersama Djarot Saiful Hidayat juga berencana akan membangun insinerator di empat lokasi, yaitu Sunter, Semanan, Cakung, dan Marunda. Insinerator ini memiliki kapasitas tinggi pada pengolahan sampah sebanyak 1.000 ton per jam.
"Hari libur nasional sampah tidak diangkut, padahal bisa busuk, kita mengeluarkan peraturan sampah kita urus sampai perumahan. Sayang, kadang ada RT atau RW yang keberatan. Ini ada persoalan. Sama seperti nanti, sampah kita hargai uang," Itu kata-kata Ahok dulu !!!
Sekarang ??? Jakarta di tangan Anies Baswedan, sampah kembali menguasai Ibu Kota negara !!! Ini satu kesengajaan atau Anies memang ga peduli ???? Bukan tidak peduli tapi tidak kepikiran !!!
Dilansir oleh metro.tempo.co, Walikota Bekasi Menghentikan SELURUH TRUK SAMPAH DKI UNTUK MASUK KE TPST BANTARGERBANG !!!
Pasalnya apa???? Ternyata lagi-lagi masalah uang !!!
Rahmat Effendi, Walikota Bekasi, mengungkapkan bahwa penghentian truk sampah masuk ke wilayah kekuasaannya karena pihak Pemprov DKI tidak lagi membayar uang hibah selama satu tahun ini. Dulu, di jaman Ahok, Pemda Bekasi menerima uang kemitraan dari Pemprov Jakarta sebesar Rp 200 miliar per tahuan !!! Tapi tahun ini, uang itu tidak pernah dia terima lagi....
Anjriit !!! Rp 200 MILIAR BUAT TPST ??? Waaaaaah Ahok generous sekali !!! Kota Bekasi pasti happy dengan dana Rp 200 miliar yang mereka terima. Dan Rp 200 miliar itu jumlah yang SEDIKIT untuk sebuah anggaran APBD yang jumlahnya mencapai Rp 70 TRILIUN LEBIH !!!!
Apa komentar Anies Baswedan???? Hah sangat mudah ditebak !!!
Ngurus rumah DP nol rupiah, ga becus. Ngurus OK OCE, ga becus, ngurus KJP Plus ga becus, ngurus reklamasi, ga becus, ngurus Alexis, ga becus, ngurus balaikota jadi rumah warga, ga becus.... jadi Anies Bswedan ini becusnya ngurus apa dong?? Mungkin kalai disuruh ngurus mandiin mayat pendukung dia di Pilkada Jakarta kemaren, dia baru becus.... itu juga mungkiiiin !!!!




0 comments:
Post a Comment