BeritaSeputarNKRI - Kedekatan ISIS dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah menjadi rahasia umum. Dari segi ideologi maupun gerakan ada saling kait-mengait bak benang merah. Belum lagi dengan adanya kader mereka yang terciduk Densus 88.
Seperti diketahui, PKS dan HTI adalah penggagas tagar ganti presiden yang juga menghendaki ganti sistem bernegara. Jelas motivasi ini bertentangan dengan cita-cita luhur para pendiri bangsa. Baik itu para ulama maupun kusuma bangsa. Betapa banyak juga anak-anak negeri ini yang termakan propaganda mereka. Tak sedikit bahkan yang mengadu nasib ke negara yang begitu sadis dan bengis itu. Dari orang tua hingga anak-anak.
Demi kejayaan NKRI dengan dasar Pancasila dan rumah besar bhinneka tunggal ika, #JokowiLagi memang tidak bisa ditawar lagi. Kalau sampai Indonesia di-ISIS-kan, nasib para perempuan di Indonesia berada dalam bahaya. Bisa-bisa seperti nasib perempuan Yazidi yang dijadikan budak seks oleh ISIS.
Tuturan Nadia Murad, bekas budak seks ISIS yang dianugerahi Nobel Perdamaian layak menjadi rujukan bersama. Ini penting supaya banyak orang sadar akan bahaya ISIS.

Nadia Murad pernah disekap dan dijadikan sebagai budak seks milisi ISIS selama tiga bulan sebelum diselamatkan oleh satu keluarga Muslim di Irak. Ia diculik oleh milisi ISIS pada 2014, dijadikan sebagai budak seks dan diperjualbelikan beberapa kali sebelum berhasil meloloskan diri. Setelah lolos dan keluar dari Mosul, Irak, ia bertemu dengan wartawan BBC Nafiseh Kohnavard.
Wartawan BBC mengatakan bahwa wawancara bisa anonim, tapi ia menegaskan tak masalah identitasnya diungkap, dengan alasan dunia perlu tahu apa yang terjadi terhadap perempuan-perempuan Yazidi. Dua tahun kemudian, dalam wawancara khusus dengan BBC, ia membeberkan bagaimana ia lolos dan apa yang ia alami saat disekap oleh milisi ISIS.
"Milisi ISIS di Mosul ada di mana-mana. Saya pernah lari melalui jendela, tapi langsung ditangkap," kata Murad. Saat ditangkap kembali, ia dimasukkan ke satu sel dan diperkosa oleh semua milisi ISIS yang yang berjaga di sel tersebut. Murad, bagi ISIS, dianggap sebagai rampasan perang dan boleh dijadikan sebagai budak.
"Saya diperkosa beramai-ramai," ungkap Murad. Ia mengatakan memperkosa perempuan hasil rampasan perang "adalah bagian dari perjuangan ISIS".
Seperti itukah gambaran negara Islam? Ketika perbudakan yang bertentangan dengan kemanusiaan yang adil dan beradab merajalela? Alangkah tidak manusiawinya ketika hak asasi manusia dijunjung tinggi, ISIS malah menghalalkan perbudakan dan pemerkosaan. Ini biadab dan jauh dari perikemanusiaan.

Dalam situasi seperti itu, Murad sampai berpikiran tak akan mau lagi mencoba meloloskan diri. Peluang lolos justru muncul saat milisi ISIS terakhir yang menjaganya hidup sendiri di Mosul. Milisi ini mengatakan akan menjual Murad dan ia memintanya untuk membersihkan diri.
Saat milisi ini keluar, Murad memberanikan diri untuk meninggalkan rumah dan mengetok pintu salah satu tetangga. Ternyata yang ia ketok adalah satu keluarga Muslim yang tak punya hubungan dengan ISIS. Keluarga Muslim inilah yang menyelamatkan dirinya. Mereka memberi Murad abaya hitam dan kartu identitas baru dan membawanya ke perbatasan.
Sejak lolos dari sekapan ISIS pada November 2014, Murad aktif mengkampanyekan dihentikannya penyelundupan manusia dan menyerukan dunia agar mengambil langkah-langkah tegas dengan tujuan tak lagi ada pihak-pihak yang menggunakan pemerkosaan sebagai senjata perang.
Pada 2016 Dewan Eropa memberi Murad penghargaan hak asasi manusia Vaclav Havel. Saat menerima penghargaan ini di Strasbourg, Prancis, Murad mendesak milisi-milisi ISIS diadili di pengadilan internasional. Dan tahun ini ia mendapat Nobel Perdamaian bersama Denis Mukwege, dokter kandungan dari Republik Demokratik Kongo, yang selama beberapa dekade membantu perempuan pulih dari pemerkosaan saat perang di negara tersebut.

Bersama beberapa rekan, Mukwege merawat tak kurang dari 30.000 perempuan korban perkosaan. Ia telah beberapa kali mendapatkan penghargaan internasional, termasuk penghargaan HAM PBB pada 2008 dan terpilih sebagai tokoh Afrika pada 2009. Rumah sakit tempat ia merawat korban mendapat perlindungan pasukan penjaga perdamaian PBB secara permanen.
Pengalaman Murad kiranya pantas menjadi catatan. Begitulah kira-kira gambaran ISIS yang didukung PKS dan HTI. Jangan sampai NKRI menjadi bagian ISIS. Tolak #CapresHoax yang didukung PKS dan HTI!

0 comments:
Post a Comment