✨✌ Berita Seputar NKRI Mengulas Semua Berita Dengan Lugas, Akurat dan Terupdate��✨

Selalu Pesimis .. Gimana Mau Bangun Negara ??


BeritaSeputarNKRI - Entah apa yang ada di pikiran Prabowo tiap kali melakukan pidato atau statement. Dulu sempat bikin kontroversi heboh dengan pidato yang mengatakan Indonesia berpotensi bubar pada 2030. Dan sekarang pola ini berlanjut kembali.

Apakah Prabowo memang suka menebar pesimisme dan rasa cemas?

Saat Prabowo menghadiri deklarasi relawan Prabowo-Sandi (Padi) di Solo, Dalam sambutannya dia menyebut Indonesia berada di saat-saat penuh kecemasan. Dia membandingkan saat ini dengan kondisi masa perjuangan 1945. Ketika itu, masyarakat Indonesia ragu apakah Indonesia dapat merdeka.

"Saat itu (tahun 1945) banyak elite yang ragu-ragu, tidak mungkin Indonesia merdeka, ada yang bilang seperti itu. Beberapa pemimpin kita, beberapa pemuda mengambil risiko. Tidak, kita tidak mau merdeka diberikan hadiah, kita mau merdeka atas keinginan kita sendiri," katanya.

Lalu Prabowo melanjutkan Indonesia kembali dalam masa kecemasan yaitu dengan banyaknya cobaan, seperti pemberontakan G30S/PKI, di mana negara ini mau diubah dari negara Pancasila menjadi komunis.



Dan saat ini, kata Prabowo, Indonesia kembali ke dalam masa-masa itu, yakni penuh kecemasan dan keragu-raguan. "Menurut saya, meski sudah berpuluh tahun, saat seperti sekarang kembali saat penuh kecemasan, saat di mana penuh keragu-raguan," kata Prabowo.

Dia menyebut ada pihak-pihak yang ingin menjadikan Indonesia sebagai bangsa kacung. "Yang mau jadi bangsa kacung silakan terserah. Yang mau Indonesia terhormat rakyatnya sejahtera, cukup sandang, cukup pangan dan hidup dalam keadaan aman, tim kami Koalisi Indonesia Adil dan Makmur, itu tujuan kami, itu perjuangan kami. Kami tidak akan beristirahat sebelum hal itu tercapai, dan itu bisa tercapai," katanya.

Hanya seperti itulah kualitasnya? Selalu memaparkan pesimisme yang tak pernah berakhir. Kemarin bicara ekonomi kebodohan, sekarang bicara kecemasan. Kok tidak singgung yang berkuasa selama 32 tahun itu? Pura-pura buta sejarah.

Yang cemas itu siapa pak? Kalau negara dalam keadaan perang, itu namanya kecemasan yang sesungguhnya. Ini negara baik-baik saja, dihormati dunia, pemimpinnya dipuji dunia, malah dibilang dalam kecemasan. Ngawur banget nih orang.


Justru kalau mau jujur, kubu mereka yang sering bikin kecemasan. Contoh terbaru adalah Ratna Sarumpaet. Begitu hebohnya kasus penganiayaan ini hingga kubu sebelah seolah kompak melakukan manuver yang membuat publik terpecah dan tergiring opininya. Mereka seolah lupa, mereka dengan bodohnya (atau memang pura-pura bodoh?) dibohongi oleh Ratna dan percaya mentah-mentah dan membuat statement yang terlalu dini, seolah ingin menghakimi pemerintah.

Seandainya saja drama kebohongan ini tidak terbongkar, entah apa yang akan terjadi pada negara ini. Kubu sebelah pasti makin beringas dan tak tinggal diam. Sebelum terbongkar saja mereka sudah menunjukkan gelagat ingin mencari kambing hitam.

Negara ini bukan dalam masa kecemasan, tapi cemas dengan ulah segerombolan orang yang rela melakukan apa saja demi meraih kekuasaan. Negara ini cemas dengan ulah orang tak berotak yang menggunakan hoax untuk memecah-belah bangsa ini. Sudah berapa kali hoax yang beredar di dunia maya? Bangsa ini juga cemas dengan segerombolan orang gila yang selalu menggunakan berbagai isu untuk merongrong pemerintah.


Kita juga cemas karena ada orang yang kerjaannya nakutin melulu, lewat pidato yang selalu was-was, pesimis dan tak berbobot. Kita juga takut dengan orang yang terlalu bernafsu melakukan konferensi pers mengenai satu isu tanpa mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu.

Atau mungkin jangan-jangan capres sebelah yang cemas karena takut gagal untuk ketiga kalinya, atau cawapres yang cemas dan deg-degan karena sudah keluarin uang yang sangat banyak. Atau dia sendiri yang cemas karena elektabilitas makin jeblok apalagi sejak kasus Ratna Sarumpaet terbongkar. Belum lagi hasil survei yang mengatakan Jokowi mungkin bakal menang telak pada pilpres. Mungkin dia yang sangat cemas hingga tak bisa tidur karena pidato Jokowi di pertemuan IMF-World Bank yang mendapat pujian luas sedangkan dia sendiri makin jeblok.

Sekali-sekali tolong sedikit becuslah dalam berorasi. Jangan hanya ingin cari simpati dan dukungan lantas apa pun dijadikan isu dan bahan orasi. Cuma bisa menjual pesimisme, siapa yang mau milih?

Kalau mereka bilan Jokowi banyak kekurangan, capres sebelah ini jauh lebih parah.
Share on Google Plus

About Unknown

You Never Know How Strong You Are Until Being Strong Is The Only Choice You Have "ONLY GOD CAN JUDGE ME".
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment