✨✌ Berita Seputar NKRI Mengulas Semua Berita Dengan Lugas, Akurat dan Terupdate��✨

Tim Menganilisis Prabowo yang kerap menghina kaum miskin


BeritaSeputarNKRI - Masyarakat Boyolali tiba-tiba bergerak, turun ke jalan melakukan protes terhadap Prabowo Subianto. Mereka tidak terima diejek dan dihina “tampang Boyolali” kalau ke hotel bisa diusir oleh pihak hotel. Karena bukan tampang orang kaya. Bahkan lebih dari itu, Prabowo sudah dilaporkan ke polisi atas kasus penghinaan ini.

Bagi saya, ini kejadian yang cukup rumit. Di satu sisi Prabowo terlihat ingin bercanda dan sok akrab dengan masyarakat, tapi di sisi lain candaannya ternyata kebablasan. Justru terasa sangat menyakitkan. Lebay, sampai pihak hotel mau mengusir orang-orang dengan tampang Boyolali. Padahal kenyataannya pihak hotel akan menerima siapa saja dengan aneka tampangnya.



Sebenarnya candaan Prabowo berupa ejekan terhadap orang-orang yang ditemuinya adalah perkara biasa. Semacam template. Prabowo memang kerap mengejek orang lain. Ada wartawan, dikatai tampang susah, gaji kecil dan nggak pernah belanja ke mall.

Secara psikologi, orang-orang yang kerap mengejek orang lain dengan suatu kondisi, biasanya karena mereka tidak pernah dalam kondisi itu. Sehingga tidak punya empati dan bisa bebas meledek. Dan diakui atau tidak, memang begitulah Prabowo.

Lahir dari keluarga terpandang, kaya raya, menjadi menantu Soeharto sang penguasa 32 tahun. Hingga hari ini Prabowo masih masuk dalam keluarga cendana, didukung anak-anak Soeharto meski sudah lama cerai dengan Titik.


BACA JUGA : Satu Penyelam Tewas , Basarnas Mengatakan Operasi SAR Lion Air Sudah Sesuai Prosedur



Bagi orang seperti Prabowo yang tak pernah punya masalah keuangan, hidup mewah dan bolak balik masuk hotel, sebenarnya wajar saja melihat kelompok ekonomi menengah bawah dengan pandangan prihatin. Teman-teman pembaca Seword yang kebetulan ekonominya saat ini cukup baik, minimal lebih baik dari beberapa orang, pun pasti sesekali merasa kasihan melihat orang lain pontang-panting bekerja tapi gajinya tergolong kecil (lebih kecil dari kita).

Yang menjadi salah dan bermasalah dari pernyataan Prabowo adalah menjadikan kondisi hidup (kemiskinan) sebagai candaan dan ledekan. Orang sudah miskin kok masih diledek?

Jokowi sebagai Presiden dan sudah keliling ke seluruh wilayah di Indonesia, pun pasti pernah merasa prihatin atau kasihan melihat orang-orang miskin. Bedanya, Jokowi tidak meledek atau mengejek masyarakat. Tapi memberikan optimisme dan pilihan.


Jokowi memberikan jaminan kesehatan dan pendidikan kepada keluarga kurang mampu. Bahkan juga memberikan uang tunai setiap satu semester untuk membantu kelompok miskin.

Kemiskinan di mata Jokowi adalah sebuah masalah yang harus diselesaikan. Bukan untuk dijadikan bahan ledekan atau ejekan. Maka dari itu kita bisa melihat seluruh pelosok negeri, yang sejak dulu tak pernah terjamah oleh jalan raya dan listrik, kini sudah diterangi dan dilewati jalan beraspal. Pasar-pasar direvitalisasi. Pelabuhan, bandara, terminal dan stasiun terus dibangun.

Di saat Presiden kita sibuk bekerja, membangun jalan raya ke pelosok negeri, agar rakyat Papua bisa bangkit bersaing dengan wilayah lain, kalian tau apa yang dikatakan oleh pendukung Prabowo? Rakyat tidak makan aspal! Jalan raya dianggap jalan tol, lalu dianggap tidak ada gunanya.

Sampai di sini kita bisa melihat persamaan antara Prabowo dan pendukungnya. Sama-sama suka meledek atau mengejek, tapi tak pernah memberikan solusi. Sama-sama tidak punya empati terhadap masyarakat di luar kelompoknya. Mereka hanya peduli pada dirinya sendiri dan golongannya.


Sehingga kebijakan apapun yang dibuat oleh pemerintah dianggap tidak ada gunanya. Karena kebijakan tersebut tidak berdampak banyak bagi mereka. Lebih dari itu, jangan heran kalau saat harga pertamax dan pertadex dinaikkan, mereka menjerit atas nama rakyat. Membuat hoax BBM naik. Padahal yang naik adalah BBM untuk mobil-mobil mewah.

Dalam banyak kasus, Prabowo hanya fokus pada uang. Ada calon pemimpin daerah, yang pertama ditanya bukan soal prestasi atau pengalaman, tapi uang. Hal ini pernah dinyatakan langsung oleh Prabowo. Sehingga wajar kalau sudut pandangnya dalam melihat kehidupan ini seakan-akan hanya soal lembaran uang. Dan kalau bertemu dengan orang-orang yang kelihatan “tampang susah” dia tak akan segan-segan meledeknya.

Kita tak perlu terlalu berharap banyak kepada orang model Prabowo. Karena memang tak ada yang bisa dia lakukan kecuali meledek orang lain, menyebar hoax dan melabeli orang lain dengan boneka. Kitapun tak perlu terlalu heran kenapa orang model Prabowo masih didukung dan disanjung, karena yang memiliki watak sama seperti Prabowo juga banyak.
Share on Google Plus

About Unknown

You Never Know How Strong You Are Until Being Strong Is The Only Choice You Have "ONLY GOD CAN JUDGE ME".
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment